PENGANTAR MANAJEMEN
MANAJEMEN
PENGANTAR
Manajemen adalah suatu proses pengorganisasian sedangkan organisasi
muncul karena ada interaksi muncul karena interelasi. Hal ini terlepas formal
dan informalnya organisasi.
Aspek organisasi terdiri dari:
1. Statis
(sistem), dalam wujud administrasi organisasi. Ex: dalam suatu keluarga ada
yang jadi bapak, ibu, dan anak.
2. Dinamis
(personalitas), dalam wujud adanya manajemen dalam organisasi dan tergantung
secara personal siapa yang memimpin organisasi.
Aspek organisasi diatur oleh dalam mekanisme konstitusional
organisasi yang paling terkenal adalah AD/ART organisasi terlepas dari tertulis
atau konvensi. Manajemen dalam ekonomi selalu ada karena digunakan untuk
mencapai tujuan-tujuan organisasi yakni mencari keuntungan. Tiga alasan utama manajemen organisasi :
1. Sebagai
alat untuk memediasi apabila ada konflik-konflik kepentingan baik internal atau
eksternal. Ex konflik internal: manajer menjadi mediator bagi karyawan-karyawan
yang mengalami permasalahan. Ex konflik eksternal: manajer harus mewakili
organisasi dengan organisasi lainnya.
2. Karena
organisasi membutuhkan kegiatan yang efektif dan efesien bagi organisasi.
Efektif: memaksimalkan waktu. Efesien: keluaran-keluaran material/uang
/financial. Menurut peter.D efektif= melakukan pekerjaan yang benar. Efesien=
melakukan pekerjaan dengan benar.
Proses utama manajemen:
1.
Planning
= perencanaan
2.
Organaizing
= bagaimana diorganisasian
3.
Actuating
= bagaimana digerakkan/diimplementasikan
4.
Controlling
= bagaimana dievaluasi/pengawasan
Wujud dari controlling adalah pertanggungjawaban.
Kegiatan yang berada pada planning:
1. Tujuan
organisasi/penetapan tujuan organisasi, dalam hal ini dibentuklah konstitusi
dan menurun menjadi AD/ART.
2. Penentuan
bagaimana mekanisme pengambilan keputusan, baik keputusan strategis ataupun
teknis operasional.
Proses pada organaizing:
1. Adanya
struktur organisasi. Semakin besar organisasi struktur organisasi semakin komplek.
Struktur organisasi berkaitan dengan empat hal:
1)
Struktur
organisasi vertical
2)
Struktur
organisasi horizontal
3)
Struktur
biososial
4)
Struktur
fisik
2.
Departementalisasi.
Semakin komplek organisasi maka departementalisasi semakin banyak.
3.
Adanya
wewenang dan kekuasaan yang muncul secara otomatis dalam organisasi.
4. Staffing/manajemen
personalia, yakni pembagian orang-orang tertentu/proses pengisian posisi/posisi
tertentu pada suatu organisasi oleh orang-orang yang berkompeten.
Proses actuating:
1. Ada
kegiatan pemotivasian bagi semua anggota organisasi. Cara motivasi: teknis =
dikumpulkan AMT
2.
Komunikasi
= PTMT (permisi, tolong, maaf, terima kasih)
3.
Kepemimpinan
4.
Perubahan
dan pengembangan organisasi
5.
Manajemen
konflik/konflik organisasi
Proses controlling/pengawasan:
1.
Pengawan
yang bersifat internal
2.
Evaluasi
3.
Pertanggungjawaban
Manajer adalah orang yang melakukan kegiatan manajemen.
Latar belakang penyebutan manajer:
1.
Stratifikasi
manajerial:
1)
Manajer
lini pertama
2)
Manajer
menengah
3)
Manajer
puncak
Sebutan manajer yang diberikan kepada seseorang/pihak tertentu yang
mengelola/mengatur kegiatan organisasional pada tingkatan paling bawah adalah
manajer lini pertama. Tingkat organisasional yang paling bawah adalah hal-hal
yang bersifat teknis operasional. Pencapaian tujuannya sangat rinci.
Redaksionalnya menggunakan kuantitatif. Sebutan untuk manajer lini pertama
adalah mandor/foremen, supervisor/penyelia.
Manajer menengah biasanya menjadi mediator/perantara antara manajer
lini pertama dengan manajer puncak. Kegiatan manajer menengah didominasi
kegiatan administrative. Manajer menengah ada pada organisasi yang bersifat
luas. Sebutan untuk manajer menengah adalah seper intendent.
Manajer puncak adalah sebutan untuk manajer yang paling tinggi.
Jumlahnya hanya sebagian kecil anggota organisasi yang menduduki manajer
puncak. Kegiatannya adalah kegiatang yang bersifat strategis. Sifat kegiatan
manajer puncak adalah umum. Contohnya adalah direktur.
2.
Fungsi
yang dijalankan manajer:
1)
Manajer
operatif
2)
Manajer
administrative
Manajer operatif adalah sebutan manajer yang melakukan
kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan oleh manajer lini pertama. Sedangkan
manajer administrative biasanya dilakukan oleh manajer-manajer puncak.
3.
Ruang
lingkup kegiatan yang dikelola:
1)
Manajer
fungsional
2)
Manajer
umum
Manajer fungsional yang memiliki tanggung jawab pada kegiatan
organisasi yang bersifat parsial (bagian tertentu yang membutuhkan penanganan).
Contoh = manajer produksi.
Manajer umum yang bersifat yang bertanggungjawab atas kegiatan organisasional
yang bersifat umum.
Lingkungan
organisasi
Suatu organisasi akan berkaitan dengan lingkungan organisasi.
Lingkungan organisasi ada dua macam:
1.
Internal
2.
Eksternal
Ã
mikro dan makro
Lingkungan internal organisasi dioreintasikan kepada pihak-pihak
yang secara intensif mempengaruhi kehidupan organisasi. Wujudnya ada tiga
yakni:
1.
Pemilik
organisasi (komisaris). Komisaris ini ada yang terbuka namun ada juga yang
tertutup. Komisaris terbuka memberi peluang kepada siapapun yang punya modal
untuk bisa menjadi pemilik organisasi. Komisaris tertutup biasanya
perusahaan/organisasi ekonomi yang dimiliki secara struktural. Ada yang bilang
komisaris akan melanggengkan perusahaan secara kekeluargaan. Komisaris tertutup
akan mengembangkan fiodalisme. Komisaris dapat dilihat lagi dari kepemilikannya
yakni swasta dan negeri.
2.
Para
pelaksana dari kegiatan organisasional dalam wujud adanya direksi/pengurus.
3.
Adanya
karyawan/staf.
Lingkungan eksternal mikro adalah jenis lingkungan yang memiliki
kedekatan jarak penanganan terhadap organisasi bersangkutan. Lingkungan
eksternal mikro terdiri dari beberapa wujud:
1. Adanya
para pesaing/competitor. Agar competitor tidak merebut punya kita maka adanya
HAKI dan Paten.
2. Para
langganan/customer. Perusahaan-perusahaan yang baik akan memelihara para
pelanggannya untuk selalu loyal. Customer terdiri dari tiga aspek:
1)
Customer
baru
2)
Sangat
setia
3)
Kejenuhan
Perusahaan yang baik akan mempetakan customernya.
3.
Laborn
supply/pasar tenaga kerja
4.
Suppliers,
berkaitan dengan sumber daya alam/ketersediaan material.
5. Lembaga-lembaga
keuangan, baik yang bersifat perbankkan ataupun yang non perbankkan. Direktur
keuangan harus selalu memantau suku bunga.
6.
Adanya
birokrasi-birokrasi pemerintah, dapat dimaknai dari dua sudut pandang, yakni
nasional dan lokal/regional.
Lingkungan eksternal makro dilihat dari pusat manajemen dianggap
lingkungan yang pengaruhnya tidak terasa secara signifikan. Berbeda dengan
lingkungan eksternal mikro, lingkongan eksternal makro terdiri dari beberapa
wujud:
1.
Perkembangan
teknologi. organisasi yang bagus selalu memerhatikan perkembangan teknologi (inovasi
teknologi).
2.
Variable-variabel
ekonomi makro. Contoh: inflasi dari suatu Negara.
3.
Variable
politik hokum
4.
Lingkungan
social budaya.
5.
Adanya
diemensi internasional (internasionalisasi dari suatu eksistensi organisasi).
Perencanaan
Setiap organisasi dalam kegiatan manajerial harus melakukan
perencanaan agar kegiatan efektif dan efesien. Tahapan dasar dalam proses
perencanaan:
1. Organisasi
harus menetapkan tujuan. Tujuan ditetapkan dalam forum tertinggi perusahaan.
Kalau di organisasi ekonomi dilakukan pada rapat umum pemegang saham. Pada
organisasi politik tergantung yang
dicapai.
2. Merumuskan
keadaaan saat ini atau proses enpentarisasi. SIKONDOM (situasi, kondisi,
domisili).
3. Proses
identifikasi terhadap segala kemudahan dan hambatan. ATHG (ancaman, tantangan,
hambatan, gangguan). Analisi SWOT (strength, weadnes, opportunity, treaty).
Repalitas ada dua macam, yakni revalitas keunggulan komparatif dan revalitas
keunggulan kooperatif. Keunggulan
komparatif didasarkan pada hal yang bersifat kuantitatif. Keunggulan kompetitif
adalah keunggulan yang bersifat kualitatif.
4. Harus
memiliki alternatif planning. Organisasi yang baik selalu memiliki alternative
perencanaan. Dalam manajemen ada dua alasan utama melakukan perencanaan, yakni
:
1) Protective
benefits. Alasan perencanaan harus dilakukan suatu organisasi karena dengan
adanya perencanaan tersebut maka kemungkinan terjadinya kesalahan dalam
pembuatan keputusan bias dikurangi.
2) Positif
benefits. Adalah alasan perencanaan dalam rangka untuk member ruang bagi
peningkatan sukses pencapaian tujuan organisasi. Ex: produk obat nyamuk yang
warna-warni.
Bentuk-bentuk perencanaan:
1. Perencanaa
strategis, perencanaan ini biasanya perencanaan yang bersifat makrokofis yang
cakupannya bersifat komperhensif integral. secara redaksional kata-kata
bersifat umum. Secara jangka waktu bersifat jangka panjang. Biasanya menetapkan
tindakan-tindakan organisasi yang perspektifnya bersifat kualitatif. Biasanya
dilakukan manajer puncak.
2.
Perencanaan
operasional, perencanaan ini merupakan implementasi dari perencanaan strategis.
Ada beberapa ciri: secara jangka waktu bersifat pendek, cenderung secara
redaksional, bersifat rinci, dan cenderung didominasi oleh hal-hal kuantitatif.
Perencanaan operasional dibagi menjadi dua bagian, yakni:
1) Perencanaan
operasional sekali pakai, perencanaan ini dikembangkan untuk mencapai
tujuan-tujuan praktis/sesaat/instan dan biasanya tidak akan digunakan lagi
apabila tujuan sesaat tersebut telah tercapai. Biasanya terdiri dari: adanya
program, adanya proyek, adanya anggaran.
2) Perencanaan
operasional tetap/standing plans adalah jenis perencanaan operasional yang
diperlukan dalam rangka penanganan situasi-situasi organisasi yang dapat
diprediksi dan cenderung berlangsung berulang-ulang pada organisasi tersebut.
Biasanya terdiri dari: adanya kebijakan, adanya prosedur/metode standar, adanya
peraturan. Ex: menjelang lebaran kebutuhan gula meningkat maka “gukaku” akan
menyupply gula sebesar-besarnya.
Pengorganisasian
Pengorganisasian berasal dari kata organisasi. Hal ini dapat
dilihat dari dua sudut pandang, yakni:
1.
Organisasi
sebagai system
2.
Organisasi
sebagi institusi/lembaga. Organisasi institusi ada keterkaitan antar pihak
sehingga adanya interelasi, sehingga muncul interaksi, lalu muncul instusional
organisasional. Terlepas dari organisasi tersebut formal à nikah resmi atau
informal à nikah siri
Ciri-ciri interelasi:
1.
Hubungan
social yang ada hanya bersifat satu arah/instan.
2. Cesara
waktu hubungan hanya bersifat sesaat. Ex: setelah wisuda penghapusan no. hp
mahasiswa oleh dosen.
Ciri-ciri interaksi:
1.
Hubungan
saling membutuhkan (take and give)/saling member dan menerima.
2.
Jangka
waktunya lama.
3.
Hubungan
sosialnya bersifat dua arah sehingga akan menimbulkan hubungan yang lestari
Organisasi inilah yang akan menjadi institusi/lembaga yang bersifat
informal atau formal. Yang bersifat formal ada hubungan dengan otoritas-otoritas
pemerintahan. Dalam kegiatan ekonomi otoritas-otoritas pemerintahan akan memberikan badan hokum dalam organisasi
ekonomi. Organisasi dalam suatu institusi akan membuat atribut-atribut untuk
menunjukkan organisasi mereka. Atributnya bermacam-macam:
1.
Atribut
bahasa. Ex: logat bahasa.
2.
Atribut
warna. Ex:
3.
Atribut
intonasi. Ex:
Dalam proses pengorganisasian ada beberapa kegiatan yang lazim
dilakukan, yakni:
1. Departementalisasi
(bersifat struktur), merupakan kegiatan pengelompokan kegiatan-kegiatan kerja
pada suatu organisasi agar kegiatan yang sejenis dan saling berhubungan dapat
dikerjakan bersama. Hal ini sangat erat sekali dengan spesialisasi pekerjaan.
2.
Adanya
pembagian pekerjaan (division of laborn), hal ini berkenaan dengan personal
individu. Ex: peletakan tenaga kerja yang tepat (asal daerah masing-masing).
Penempatan personal didasarkan atas kompetensinya.
3. Adanya
koordinasi dan konsolidasi, ATHG (ancaman, tantangan, hambatan, gangguan).
Koordinasi adalah penyatuan visi dan misi organisasi karena adanya ATHG yang
bersifat eksternal. Konsolidasi adalah penyatuan visi dan misi organisasi
karena adanya ATHG yang bersifat internal.
4. Manajemen
personalia, yakni bagaimana organisasi melakukan pemenuhan kebutuhan organisasi
berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM).
Antar satuan organisasi akan ada saling ketergantungan
(interdivendensi). Ahli manajemen james.D Thompson membagi interdivendensi
menjadi tiga bagian, yakni:
1. Pooled
interdevendence (saling ketergantungan antar satuan organisasi yang saling
menyatu) pada bagian ini yang paling diutamakan adalah tercapainya tujuan yang
paling utama. Setiap satuan organisasi dipersilahkan melakukan impropisasi,
tetapi setiap tujuan organisasi dicita-citakan untuk tercapai.
2. Sequential
interdevendence (keterkaitan berurutan), pekerjaan B dapat berlangsung kalau
pekerjaan A selesai. Ex: A= industri garmen. Pada awalnya datangnya bahan baku,
lalu proses pemotongan. B= proses desain, C= produksi yang dikonfirmasi dengan
bagian pemasaran, D= produksi masa termasuk pengemasan. Ini bias disebut snow
ball effect interdevendence/domino effect interdevendence.
3.
Reciprocal
interdevendece (saling timbale balik), ex: dalam industry kuliner. Mereka sudah
tau forecast (perkiraan konsumen).
Pada setiap organisasi selalu ada empat struktur, yakni:
1.
Struktur
vertical/stratifikasi social. Pada setiap organisasi selalu muncul biasanya
struktur ini. Parameter/ukurannya adalah dalam hal kepemilikan materi dalam
bahasa lain semakin kaya semakin cepat menduduki tempat atas. Dampak dalam
kegiatan ekonomi adalah berkenaan dengan saham. Ada jenis saham tertentu
mendapat fasilitas eksklusif. Ketika perusahaan bangkrut maka ada pihak yang
berhak didahulukan mendapat uang karena punya saham eksklusif. Menurut karl max
ada dua golongan dalam produksi industry, yakni borjuis dan proletar. Konsep
struktur vertical:
1)
Akuisisi
(satu diatas dan satu dibawah)
2)
Merger
(sejajar)
2. Struktur
horizontal/deferensiasi social/pengelompokan social. Ex: perilaku konsumsi topi
miring di papua dengan aceh jelas berbeda. Menurut P.H. Landis ada beberapa
kelompok social yang memiliki relevansi dengan perilaku ekonomi, yakni:
1)
Masyarakat
village yang pola ekonominya berhenti pada kebutuhan yang bersifat primer.
2)
Kelompok
town (kota kecil), yang menjadi magnet bagi kota kecil perilaku ekonomi sudah
berbicara kebutuhan yang bersifat sekunder. Pada transaksi ekonomi masih
mengembangkan sesuatu yang sosiologis psikologis.
3) City
(kota besar) transaksi ekonomi menggunakan hubungan stransaksional yang
bersifat sekunder/sangat didominasi oleh mesin.
4)
Metropolis
(metropolitan/ibu kota suatu Negara), transaksi ekonominya sangat sekunder.
3.
Struktur
biososial/menggabungkan senioritas/jenis kelamin mempengaruhi kegiatan ekonomi.
4.
Struktur fisik, tentang bangunan.
Karl max membagi industry menjadi dua secara vertical, yakni :
1. Borjuis
(pemilik alat-alat produksi), dalam organisasi ekonomi kaum ini diletakkan pada
pemilik modal/para komisaris. Bagi penggemar ajaran karl max menyebutnya
kapitalis.
2. Golongan
proletar (golongan pekerja/karyawan/greswod), dikalangan penggemar teori karl
max kaum ini disebut buruh. Dalam hubungan ekonomi selamanya kaum buruh
ditindas oleh kaum kapitalis. Apa yang disampaikan karl max hampir sesuai
dengan kehidupan manusia. Ex: antara penguasa dengan yang dikuasai (dalam hal
saat taraweh ada yang 23/11 tergantung imam).
Menurut karl max antara kedua golongan ini akan selalu ada
pertarungan dan akan selalu dimenangkan
borjuis apalagi berseteru dengan birokrat. Untuk melawan maka kaum
buruh/industry harus bergabung dengan kaum tani/agraris. Buruh-tani = miskin
secara structural. Ada beberapa teori karl max mengenai borjuis-proletar,
yakni:
1. Teori
alienasi (teori keterasingan). Menurut karl max setiap buruh selalu merasa
asing dalam apa yang ia kerjakan/tidak menikmati kenikmatan pisikologis dan
financial bahkan seringkali produk yang buruh hasilkan tidak mampu
dinikmatinya. Ex: pabrik mobil mewah. Selain itu buruh juga terasingkan secara
social.
2.
Teori
surplus value (teori nilai lebih). Inti teori ini adalah kaum proletar tidak
menyadari bahwa dirinya dieksploitasi oleh borjuis dengan cara menawarkan kerja
lembur. Ex: pabrik sepatu masuk lima hari kerja. Pemilik modal bilang sabtu dan
minggu mesin masih bias digunakan. Apabila buruh ada yang ingin lembur maka
dapat tambahan upah.
3. Teori
kesadaran kelas. Teori ini intinya bahwa kaum proletar harus menyatukan gerak
langkahnya dan pada suatu saat susunan masyarakat borjuis akan bisa
diruntuhkan.
Proses wewenang
dan kekuasaan
Wewenang dan kekuasaan sering dianggap dua gambar dalam satu
poin/dua gambar dalam satu mata uang. Dalam b.inggris wewenang = authority
(otoritas) artinya hak yang dimiliki oleh seseorang untuk menguasai orang lain.
Ada beberapa lembaga yang memiliki wewenang. Ex: BI yang memiliki rasio
kecukupan modal. Bapepam yang memiliki ukuran untuk menentukan harga saham
gabungan. Kekuasaan (power) berbeda dengan leadership yang merupakan turunan power.
Leadership adalah bagaimana raya seni yang dilakukan oleh pemilik power. Power
artinya kemampuan pihak tertentu untuk mengimplementasikan wewenang yang
dimilikinya tersebut. Dalam organisasi ada empat kemungkinan perpaduan
authority dengan power, yakni:
1.
Orang
yang memiliki wewenang tetapi tidak memiliki power.
2.
Orang
yang tidak memiliki wewenang tapi memiliki power.
3.
Orang
yang memiliki wewenang dan memiliki power.
4.
Orang
yang tidak memiliki wewenang dan power.
Ahli yang berbicara tentang wewenang adalah max webber yang
menyataka ada tiga jenis wewenang, yakni:
1. Wewenang
kharismatik. Wewenang ini biasanya ada pada masyarakat yang masih dominan pola
pikirnya agraris atau menurut augusto comte ada tiga jenis masyarakat dengan tiga jenis pola pikirnya,
yakni:
1)
Teologis
2)
Metafisik
3)
Empiris
Teologis ini didominasi pola piker supranatural/the supranatural
being. Wewenang kharismatik memiliki beberapa cirri menurut max webber, yakni:
1)
Personal
individual. Ex: seseorang yang memiliki kemampuan lebih,
2) Pihak
yang mendapatkan kharismatik didapatkan dengan cara assigned
(dihadiahi/dianugrahi)
3)
Wewenang
ini tidak diinstatisionalisasikan (dilembagakan).
2. Wewenang
tradisional. Wewenang ini menurut max webber merupakan kelanjutan dari wewenang
kharismatik. Bbiasanya keterterusan ini atas inisiatif ahli warisnya karena
para ahli waris merasa bahwa wewenang akan membawa implikasi pada fasilitas dan
prioritas yang akan secara gratis diperolehnya. Dengan semikian ada beberapa
cirri dari wewenang ini, yakni:
1)
Bersifat
kolektif/komunal/kolegial.
2)
Cara
mendapatkannya ascriber (pewarisan) masih erat dengan dunia
supranatural/irrasional.
3)
Para
ahli waris biasanya menciptakan atribut-atribut (indentitas) yang hanya boleh
dipakai oleh para ahli waris. Ex: nama/marga.
4)
Biasanya
kepesertaannya biasanya melalui natalitas (kelahiran.ashobiyah)
3. Wewenang
rasional. Wewenang ini biasanya hidup pada masyarakat yang berpola piker
empiris/positif. Jadi cirinya adalah:
1)
Bersifat
individual
2)
Cara
mendapatkannya dengan prestasi/kemampuat personal (achievement)
3)
Mengedepankan
rasionalitas untuk mendapatkan wewenang tersebut. Ex: dalam perusahaan bila
memiliki kerasionalan akan mendapatkan wewenang.
Menurut mac iver ada tiga jenis power, yakni:
1. Kekuasaan
monopolistic. Secara umum kekuasaan monopolistic ada pada masyarakat yang
dominan punya wewenang tradisional. Maka akan memunculkan struktur feodalis,
yang selalu pemikiran kita akan diberikan pada kerajaan zaman dahulu namun
artinya adalah adanya sebagian kecil komunitas yang menguasai tiga hajat hidup
orang banyak, yakni aspek ekonomi, polotik dan budaya. Ex: MNC milik bambang
tri atmojo yang secara budaya ia miliki. Ia memiliki tiga tv. Suksesinya dengan
kelahiran/
2. Kekuasaan
oligopolistic. Kekuasaan ini hampir mirip dengan monopolistic tetapi masih
member peluang kepada siapa pun untuk bias memiliki power tersebut meskipun
peluangnya sangat kecil. Kalau disandingkan dengan konsep max webber maka aka
nada pada masyarakat yang dominan memiliki wewenang kharismatik.
3. Kekuasaan
demokratis. Kekuasaan ini jika disandingakan dengan teori max webber, maka aka
nada pada komunitas yang dominan eksis wewenang yang rasionan.
Konsep ini bisa disandingkan dengan konsep max webber.
Kekuasaan itu terdiri dari beberapa kategori menurut emitai
etzioni, yakni:
1. Kekuasaan
balas jasa (reward power). Jenis ini muncul dari para bawahan karena mereka
mendapatkan jasa dari atasannya yang memang selayaknya sudah harus dibalasnya.
Reward power yang paling primitive adalah pemberian uang/pemenuhan
kebutuhan-kebutuhan yang paling mendasar/pisiologis.
2.
Kekuasaan
paksaan (coercive power) adalah jenis kekuasaan yang mengasumsikan bahwa para
bawahan akan menyadari apabila ia melakukan kesalahan akan diberi sangsi oleh pimpinan.
Dalam aplikasinya akan mengakibatkan karyawan bekerja dengan rasa takut dan
cemas.
3. Kekuasaan
yang sah (legitimate power) adalah jenis kekuasaan yang berdasarkan nilai-nilai
organisasi yang saling memahami bahwa ada pihak-pihak tertentu yang sudah
selayaknya mendapatkan kekuasaan tersebut. Kekuasaan ini ada pada masyakarat
yang memiliki wewenang tradisional.
4. Kekuasaan
mengontrol informasi (Control off information power). Jenis ini atas
kepemilikan info yang sangan vital bagi suatu organisasi.
5. Kekuasaan
panutan (referent power). Ini jenis kekuasaan yang mirip wewenang kharismatik,
kekuasaaan yang didasarkan atas identifikasi bawahan atas charisma pimpinannya.
6.
Kekuasaan
keahlian ( expert power), berdasarkan keahlian yang dimilik orang tersebut.
Menurut etzioni ada kekuasaan posisional yakni,
1.
Kekuasaan
balas jasa (reward power).
2.
Kekuasaan
paksaan (coercive power)
3.
Kekuasaan
yang sah (legitimate power)
4.
Kekuasaan
mengontrol informasi (Control off information power).
Kekuasaan personal/individual, yakni
1.
Kekuasaan
panutan (referent power).
2.
Kekuasaan
keahlian ( expert power),
Motivasi
Sebab-sebab munculnya motivasi
1.
Motivasi
adalah kebutuhan (adanya need) pada setiap anggota organisasi. Ada yang enak
dilingkungan kerja dari pada di rumah.
2.
Adanya
desakan (urge)
3.
Adanya
keinginan (wish)
4.
Adanya
dorongan (drive)
Dalam perusahaan manajer harus bias memberikan motivasi kepada
karyawannya. Ada tiga paradigm kaitannya dengan teori motivasi, yakni:
1.
Teori
petunjuk/prescriptive teori
Inti dari deori ini adalah bagaimana cara memotivasi karyawan.
Mekanismenya adalah “trial dan error”. Biasanya teori ini tidak banyak ditemukan nama-nama teorinya
karena berlangsung secara alamiah dan setiap manajer memiliki seni-seni
tersendiri dalam memotivasi karyawannya.
2.
Teori-teori
isi (content teori)/paradigma kebutuhan (need teori)
Inti dari teori
ini adalah berupa pertanyaan “apa penyebab-penyebab” perilaku karyawan ? secara
rinci teori-teori ini terdiri dari/yang mempunya paradigma teori isi , yakni :
1)
Abraham
Maslow (Teori hirarki kebutuhan )
2)
Frederick
Herzberg (teori hygienic factor)
3)
David
mc. Clelland (teori need of achievement)
3.
Teori-teori
proses (peocess teori )
Inti dari teori
ini berkaitan dengan “bagaimana” perilaku karyawan dimulai dan dilaksanakan.
Teori-teori ini terdiri dari:
1)
BF.
Skinner (teori operant conditioning) bagaimana kondisi disekitar karyawan bias
memotivasi karyawan.
2)
Victor
Vromm (teori pengharapan/expectancy teori) ex: setelah bekerja langsung
dibayar.
3)
Parter-lawyer
(teorinya hampir sama dengan teori victor vromm tetapi lebih diorientasikan
untuk masa mendatang). Ex: tidak apa-apa dibayar sebulan sekali.
Komentar
Posting Komentar