PENGANTAR MANAJEMEN

MANAJEMEN PENGANTAR

Manajemen adalah suatu proses pengorganisasian sedangkan organisasi muncul karena ada interaksi muncul karena interelasi. Hal ini terlepas formal dan informalnya organisasi.
Aspek organisasi terdiri dari:
1.  Statis (sistem), dalam wujud administrasi organisasi. Ex: dalam suatu keluarga ada yang jadi bapak, ibu, dan anak.
2.  Dinamis (personalitas), dalam wujud adanya manajemen dalam organisasi dan tergantung secara personal siapa yang memimpin organisasi.
Aspek organisasi diatur oleh dalam mekanisme konstitusional organisasi yang paling terkenal adalah AD/ART organisasi terlepas dari tertulis atau konvensi. Manajemen dalam ekonomi selalu ada karena digunakan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi yakni mencari keuntungan. Tiga alasan  utama manajemen organisasi :
1. Sebagai alat untuk memediasi apabila ada konflik-konflik kepentingan baik internal atau eksternal. Ex konflik internal: manajer menjadi mediator bagi karyawan-karyawan yang mengalami permasalahan. Ex konflik eksternal: manajer harus mewakili organisasi dengan organisasi lainnya.
2.  Karena organisasi membutuhkan kegiatan yang efektif dan efesien bagi organisasi. Efektif: memaksimalkan waktu. Efesien: keluaran-keluaran material/uang /financial. Menurut peter.D efektif= melakukan pekerjaan yang benar. Efesien= melakukan pekerjaan dengan benar.
Proses utama manajemen:
1.    Planning = perencanaan
2.    Organaizing = bagaimana diorganisasian
3.    Actuating = bagaimana digerakkan/diimplementasikan
4.    Controlling = bagaimana dievaluasi/pengawasan
Wujud dari controlling adalah pertanggungjawaban.
Kegiatan yang berada pada planning:
1. Tujuan organisasi/penetapan tujuan organisasi, dalam hal ini dibentuklah konstitusi dan menurun menjadi AD/ART.
2.  Penentuan bagaimana mekanisme pengambilan keputusan, baik keputusan strategis ataupun teknis operasional.
Proses pada organaizing:
1.  Adanya struktur organisasi. Semakin besar organisasi struktur organisasi semakin komplek. Struktur organisasi berkaitan dengan empat hal:
1)   Struktur organisasi vertical
2)   Struktur organisasi horizontal
3)   Struktur biososial
4)   Struktur fisik
2.    Departementalisasi. Semakin komplek organisasi maka departementalisasi semakin banyak.
3.    Adanya wewenang dan kekuasaan yang muncul secara otomatis dalam organisasi.
4. Staffing/manajemen personalia, yakni pembagian orang-orang tertentu/proses pengisian posisi/posisi tertentu pada suatu organisasi oleh orang-orang yang berkompeten.
Proses actuating:
1.  Ada kegiatan pemotivasian bagi semua anggota organisasi. Cara motivasi: teknis = dikumpulkan AMT
2.    Komunikasi = PTMT (permisi, tolong, maaf, terima kasih)
3.    Kepemimpinan
4.    Perubahan dan pengembangan organisasi
5.    Manajemen konflik/konflik organisasi
Proses controlling/pengawasan:
1.    Pengawan yang bersifat internal
2.    Evaluasi
3.    Pertanggungjawaban
Manajer adalah orang yang melakukan kegiatan manajemen.
Latar belakang penyebutan manajer:
1.    Stratifikasi manajerial:
1)   Manajer lini pertama
2)   Manajer menengah
3)   Manajer puncak
Sebutan manajer yang diberikan kepada seseorang/pihak tertentu yang mengelola/mengatur kegiatan organisasional pada tingkatan paling bawah adalah manajer lini pertama. Tingkat organisasional yang paling bawah adalah hal-hal yang bersifat teknis operasional. Pencapaian tujuannya sangat rinci. Redaksionalnya menggunakan kuantitatif. Sebutan untuk manajer lini pertama adalah mandor/foremen, supervisor/penyelia.
Manajer menengah biasanya menjadi mediator/perantara antara manajer lini pertama dengan manajer puncak. Kegiatan manajer menengah didominasi kegiatan administrative. Manajer menengah ada pada organisasi yang bersifat luas. Sebutan untuk manajer menengah adalah seper intendent.
Manajer puncak adalah sebutan untuk manajer yang paling tinggi. Jumlahnya hanya sebagian kecil anggota organisasi yang menduduki manajer puncak. Kegiatannya adalah kegiatang yang bersifat strategis. Sifat kegiatan manajer puncak adalah umum. Contohnya adalah direktur.
2.    Fungsi yang dijalankan manajer:
1)   Manajer operatif
2)   Manajer administrative
Manajer operatif adalah sebutan manajer yang melakukan kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan oleh manajer lini pertama. Sedangkan manajer administrative biasanya dilakukan oleh manajer-manajer puncak.
3.    Ruang lingkup kegiatan yang dikelola:
1)   Manajer fungsional
2)   Manajer umum
Manajer fungsional yang memiliki tanggung jawab pada kegiatan organisasi yang bersifat parsial (bagian tertentu yang membutuhkan penanganan). Contoh = manajer produksi.
Manajer umum yang bersifat yang bertanggungjawab atas kegiatan organisasional yang bersifat umum.
Lingkungan organisasi
Suatu organisasi akan berkaitan dengan lingkungan organisasi. Lingkungan organisasi ada dua macam:
1.    Internal
2.    Eksternal à mikro dan makro
Lingkungan internal organisasi dioreintasikan kepada pihak-pihak yang secara intensif mempengaruhi kehidupan organisasi. Wujudnya ada tiga yakni:
1.    Pemilik organisasi (komisaris). Komisaris ini ada yang terbuka namun ada juga yang tertutup. Komisaris terbuka memberi peluang kepada siapapun yang punya modal untuk bisa menjadi pemilik organisasi. Komisaris tertutup biasanya perusahaan/organisasi ekonomi yang dimiliki secara struktural. Ada yang bilang komisaris akan melanggengkan perusahaan secara kekeluargaan. Komisaris tertutup akan mengembangkan fiodalisme. Komisaris dapat dilihat lagi dari kepemilikannya yakni swasta dan negeri.
2.    Para pelaksana dari kegiatan organisasional dalam wujud adanya direksi/pengurus.
3.    Adanya karyawan/staf.
Lingkungan eksternal mikro adalah jenis lingkungan yang memiliki kedekatan jarak penanganan terhadap organisasi bersangkutan. Lingkungan eksternal mikro terdiri dari beberapa wujud:
1.   Adanya para pesaing/competitor. Agar competitor tidak merebut punya kita maka adanya HAKI dan Paten.
2. Para langganan/customer. Perusahaan-perusahaan yang baik akan memelihara para pelanggannya untuk selalu loyal. Customer terdiri dari tiga aspek:
1)   Customer baru
2)   Sangat setia
3)   Kejenuhan
Perusahaan yang baik akan mempetakan customernya.
3.    Laborn supply/pasar tenaga kerja
4.    Suppliers, berkaitan dengan sumber daya alam/ketersediaan material.
5.  Lembaga-lembaga keuangan, baik yang bersifat perbankkan ataupun yang non perbankkan. Direktur keuangan harus selalu memantau suku bunga.
6.    Adanya birokrasi-birokrasi pemerintah, dapat dimaknai dari dua sudut pandang, yakni nasional dan lokal/regional.
Lingkungan eksternal makro dilihat dari pusat manajemen dianggap lingkungan yang pengaruhnya tidak terasa secara signifikan. Berbeda dengan lingkungan eksternal mikro, lingkongan eksternal makro terdiri dari beberapa wujud:
1.    Perkembangan teknologi. organisasi yang bagus selalu memerhatikan perkembangan teknologi (inovasi teknologi).
2.    Variable-variabel ekonomi makro. Contoh: inflasi dari suatu Negara.
3.    Variable politik hokum
4.    Lingkungan social budaya.
5.    Adanya diemensi internasional (internasionalisasi dari suatu eksistensi organisasi).
Perencanaan
Setiap organisasi dalam kegiatan manajerial harus melakukan perencanaan agar kegiatan efektif dan efesien. Tahapan dasar dalam proses perencanaan:
1. Organisasi harus menetapkan tujuan. Tujuan ditetapkan dalam forum tertinggi perusahaan. Kalau di organisasi ekonomi dilakukan pada rapat umum pemegang saham. Pada organisasi politik  tergantung yang dicapai.
2. Merumuskan keadaaan saat ini atau proses enpentarisasi. SIKONDOM (situasi, kondisi, domisili).
3.  Proses identifikasi terhadap segala kemudahan dan hambatan. ATHG (ancaman, tantangan, hambatan, gangguan). Analisi SWOT (strength, weadnes, opportunity, treaty). Repalitas ada dua macam, yakni revalitas keunggulan komparatif dan revalitas keunggulan kooperatif.  Keunggulan komparatif didasarkan pada hal yang bersifat kuantitatif. Keunggulan kompetitif adalah keunggulan yang bersifat kualitatif.
4. Harus memiliki alternatif planning. Organisasi yang baik selalu memiliki alternative perencanaan. Dalam manajemen ada dua alasan utama melakukan perencanaan, yakni :
1) Protective benefits. Alasan perencanaan harus dilakukan suatu organisasi karena dengan adanya perencanaan tersebut maka kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan bias dikurangi.
2) Positif benefits. Adalah alasan perencanaan dalam rangka untuk member ruang bagi peningkatan sukses pencapaian tujuan organisasi. Ex: produk obat nyamuk yang warna-warni.
Bentuk-bentuk perencanaan:
1.  Perencanaa strategis, perencanaan ini biasanya perencanaan yang bersifat makrokofis yang cakupannya bersifat komperhensif integral. secara redaksional kata-kata bersifat umum. Secara jangka waktu bersifat jangka panjang. Biasanya menetapkan tindakan-tindakan organisasi yang perspektifnya bersifat kualitatif. Biasanya dilakukan manajer puncak.
2.    Perencanaan operasional, perencanaan ini merupakan implementasi dari perencanaan strategis. Ada beberapa ciri: secara jangka waktu bersifat pendek, cenderung secara redaksional, bersifat rinci, dan cenderung didominasi oleh hal-hal kuantitatif. Perencanaan operasional dibagi menjadi dua bagian, yakni:
1) Perencanaan operasional sekali pakai, perencanaan ini dikembangkan untuk mencapai tujuan-tujuan praktis/sesaat/instan dan biasanya tidak akan digunakan lagi apabila tujuan sesaat tersebut telah tercapai. Biasanya terdiri dari: adanya program, adanya proyek, adanya anggaran.
2) Perencanaan operasional tetap/standing plans adalah jenis perencanaan operasional yang diperlukan dalam rangka penanganan situasi-situasi organisasi yang dapat diprediksi dan cenderung berlangsung berulang-ulang pada organisasi tersebut. Biasanya terdiri dari: adanya kebijakan, adanya prosedur/metode standar, adanya peraturan. Ex: menjelang lebaran kebutuhan gula meningkat maka “gukaku” akan menyupply gula sebesar-besarnya.
Pengorganisasian
Pengorganisasian berasal dari kata organisasi. Hal ini dapat dilihat dari dua sudut pandang, yakni:
1.    Organisasi sebagai system
2.    Organisasi sebagi institusi/lembaga. Organisasi institusi ada keterkaitan antar pihak sehingga adanya interelasi, sehingga muncul interaksi, lalu muncul instusional organisasional. Terlepas dari organisasi tersebut formal à nikah resmi atau informal à nikah siri
Ciri-ciri interelasi:
1.    Hubungan social yang ada hanya bersifat satu arah/instan.
2. Cesara waktu hubungan hanya bersifat sesaat. Ex: setelah wisuda penghapusan no. hp mahasiswa oleh dosen.
Ciri-ciri interaksi:
1.    Hubungan saling membutuhkan (take and give)/saling member dan menerima.
2.    Jangka waktunya lama.
3.    Hubungan sosialnya bersifat dua arah sehingga akan menimbulkan hubungan yang lestari
Organisasi inilah yang akan menjadi institusi/lembaga yang bersifat informal atau formal. Yang bersifat formal ada hubungan dengan otoritas-otoritas pemerintahan. Dalam kegiatan ekonomi otoritas-otoritas pemerintahan  akan memberikan badan hokum dalam organisasi ekonomi. Organisasi dalam suatu institusi akan membuat atribut-atribut untuk menunjukkan organisasi mereka. Atributnya bermacam-macam:
1.    Atribut bahasa. Ex: logat bahasa.
2.    Atribut warna. Ex:
3.    Atribut intonasi. Ex:
Dalam proses pengorganisasian ada beberapa kegiatan yang lazim dilakukan, yakni:
1.  Departementalisasi (bersifat struktur), merupakan kegiatan pengelompokan kegiatan-kegiatan kerja pada suatu organisasi agar kegiatan yang sejenis dan saling berhubungan dapat dikerjakan bersama. Hal ini sangat erat sekali dengan spesialisasi pekerjaan.
2.    Adanya pembagian pekerjaan (division of laborn), hal ini berkenaan dengan personal individu. Ex: peletakan tenaga kerja yang tepat (asal daerah masing-masing). Penempatan personal didasarkan atas kompetensinya.
3. Adanya koordinasi dan konsolidasi, ATHG (ancaman, tantangan, hambatan, gangguan). Koordinasi adalah penyatuan visi dan misi organisasi karena adanya ATHG yang bersifat eksternal. Konsolidasi adalah penyatuan visi dan misi organisasi karena adanya ATHG yang bersifat internal.
4. Manajemen personalia, yakni bagaimana organisasi melakukan pemenuhan kebutuhan organisasi berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM).
Antar satuan organisasi akan ada saling ketergantungan (interdivendensi). Ahli manajemen james.D Thompson membagi interdivendensi menjadi tiga bagian, yakni:
1.  Pooled interdevendence (saling ketergantungan antar satuan organisasi yang saling menyatu) pada bagian ini yang paling diutamakan adalah tercapainya tujuan yang paling utama. Setiap satuan organisasi dipersilahkan melakukan impropisasi, tetapi setiap tujuan organisasi dicita-citakan untuk tercapai.
2. Sequential interdevendence (keterkaitan berurutan), pekerjaan B dapat berlangsung kalau pekerjaan A selesai. Ex: A= industri garmen. Pada awalnya datangnya bahan baku, lalu proses pemotongan. B= proses desain, C= produksi yang dikonfirmasi dengan bagian pemasaran, D= produksi masa termasuk pengemasan. Ini bias disebut snow ball effect interdevendence/domino effect interdevendence.
3.    Reciprocal interdevendece (saling timbale balik), ex: dalam industry kuliner. Mereka sudah tau forecast (perkiraan konsumen).
Pada setiap organisasi selalu ada empat struktur, yakni:
1.    Struktur vertical/stratifikasi social. Pada setiap organisasi selalu muncul biasanya struktur ini. Parameter/ukurannya adalah dalam hal kepemilikan materi dalam bahasa lain semakin kaya semakin cepat menduduki tempat atas. Dampak dalam kegiatan ekonomi adalah berkenaan dengan saham. Ada jenis saham tertentu mendapat fasilitas eksklusif. Ketika perusahaan bangkrut maka ada pihak yang berhak didahulukan mendapat uang karena punya saham eksklusif. Menurut karl max ada dua golongan dalam produksi industry, yakni borjuis dan proletar. Konsep struktur vertical:
1)   Akuisisi (satu diatas dan satu dibawah)
2)   Merger (sejajar)
2.  Struktur horizontal/deferensiasi social/pengelompokan social. Ex: perilaku konsumsi topi miring di papua dengan aceh jelas berbeda. Menurut P.H. Landis ada beberapa kelompok social yang memiliki relevansi dengan perilaku ekonomi, yakni:
1)   Masyarakat village yang pola ekonominya berhenti pada kebutuhan yang bersifat primer.
2)   Kelompok town (kota kecil), yang menjadi magnet bagi kota kecil perilaku ekonomi sudah berbicara kebutuhan yang bersifat sekunder. Pada transaksi ekonomi masih mengembangkan sesuatu yang sosiologis psikologis.
3)  City (kota besar) transaksi ekonomi menggunakan hubungan stransaksional yang bersifat sekunder/sangat didominasi oleh mesin.
4)   Metropolis (metropolitan/ibu kota suatu Negara), transaksi ekonominya sangat sekunder.
3.    Struktur biososial/menggabungkan senioritas/jenis kelamin mempengaruhi kegiatan ekonomi.
4.    Struktur  fisik, tentang bangunan.
Karl max membagi industry menjadi dua secara vertical, yakni :
1.  Borjuis (pemilik alat-alat produksi), dalam organisasi ekonomi kaum ini diletakkan pada pemilik modal/para komisaris. Bagi penggemar ajaran karl max menyebutnya kapitalis.
2.   Golongan proletar (golongan pekerja/karyawan/greswod), dikalangan penggemar teori karl max kaum ini disebut buruh. Dalam hubungan ekonomi selamanya kaum buruh ditindas oleh kaum kapitalis. Apa yang disampaikan karl max hampir sesuai dengan kehidupan manusia. Ex: antara penguasa dengan yang dikuasai (dalam hal saat taraweh ada yang 23/11 tergantung imam).
Menurut karl max antara kedua golongan ini akan selalu ada pertarungan  dan akan selalu dimenangkan borjuis apalagi berseteru dengan birokrat. Untuk melawan maka kaum buruh/industry harus bergabung dengan kaum tani/agraris. Buruh-tani = miskin secara structural. Ada beberapa teori karl max mengenai borjuis-proletar, yakni:
1.   Teori alienasi (teori keterasingan). Menurut karl max setiap buruh selalu merasa asing dalam apa yang ia kerjakan/tidak menikmati kenikmatan pisikologis dan financial bahkan seringkali produk yang buruh hasilkan tidak mampu dinikmatinya. Ex: pabrik mobil mewah. Selain itu buruh juga terasingkan secara social.
2.    Teori surplus value (teori nilai lebih). Inti teori ini adalah kaum proletar tidak menyadari bahwa dirinya dieksploitasi oleh borjuis dengan cara menawarkan kerja lembur. Ex: pabrik sepatu masuk lima hari kerja. Pemilik modal bilang sabtu dan minggu mesin masih bias digunakan. Apabila buruh ada yang ingin lembur maka dapat tambahan upah.
3. Teori kesadaran kelas. Teori ini intinya bahwa kaum proletar harus menyatukan gerak langkahnya dan pada suatu saat susunan masyarakat borjuis akan bisa diruntuhkan.
Proses wewenang dan kekuasaan
Wewenang dan kekuasaan sering dianggap dua gambar dalam satu poin/dua gambar dalam satu mata uang. Dalam b.inggris wewenang = authority (otoritas) artinya hak yang dimiliki oleh seseorang untuk menguasai orang lain. Ada beberapa lembaga yang memiliki wewenang. Ex: BI yang memiliki rasio kecukupan modal. Bapepam yang memiliki ukuran untuk menentukan harga saham gabungan. Kekuasaan (power) berbeda dengan leadership yang merupakan turunan power. Leadership adalah bagaimana raya seni yang dilakukan oleh pemilik power. Power artinya kemampuan pihak tertentu untuk mengimplementasikan wewenang yang dimilikinya tersebut. Dalam organisasi ada empat kemungkinan perpaduan authority dengan power, yakni:
1.    Orang yang memiliki wewenang tetapi tidak memiliki power.
2.    Orang yang tidak memiliki wewenang tapi memiliki power.
3.    Orang yang memiliki wewenang dan memiliki power.
4.    Orang yang tidak memiliki wewenang dan power.
Ahli yang berbicara tentang wewenang adalah max webber yang menyataka ada tiga jenis wewenang, yakni:
1.   Wewenang kharismatik. Wewenang ini biasanya ada pada masyarakat yang masih dominan pola pikirnya agraris atau menurut augusto comte ada tiga jenis  masyarakat dengan tiga jenis pola pikirnya, yakni:
1)   Teologis
2)   Metafisik
3)   Empiris
Teologis ini didominasi pola piker supranatural/the supranatural being. Wewenang kharismatik memiliki beberapa cirri menurut max webber, yakni:
1)   Personal individual. Ex: seseorang yang memiliki kemampuan lebih,
2) Pihak yang mendapatkan kharismatik didapatkan dengan cara assigned (dihadiahi/dianugrahi)
3)   Wewenang ini tidak diinstatisionalisasikan (dilembagakan).
2. Wewenang tradisional. Wewenang ini menurut max webber merupakan kelanjutan dari wewenang kharismatik. Bbiasanya keterterusan ini atas inisiatif ahli warisnya karena para ahli waris merasa bahwa wewenang akan membawa implikasi pada fasilitas dan prioritas yang akan secara gratis diperolehnya. Dengan semikian ada beberapa cirri dari wewenang ini, yakni:
1)   Bersifat kolektif/komunal/kolegial.
2)   Cara mendapatkannya ascriber (pewarisan) masih erat dengan dunia supranatural/irrasional.
3)   Para ahli waris biasanya menciptakan atribut-atribut (indentitas) yang hanya boleh dipakai oleh para ahli waris. Ex: nama/marga.
4)   Biasanya kepesertaannya biasanya melalui natalitas (kelahiran.ashobiyah)
3. Wewenang rasional. Wewenang ini biasanya hidup pada masyarakat yang berpola piker empiris/positif. Jadi cirinya adalah:
1)   Bersifat individual
2)   Cara mendapatkannya dengan prestasi/kemampuat personal (achievement)
3)   Mengedepankan rasionalitas untuk mendapatkan wewenang tersebut. Ex: dalam perusahaan bila memiliki kerasionalan akan mendapatkan wewenang.
Menurut mac iver ada tiga jenis power, yakni:
1.  Kekuasaan monopolistic. Secara umum kekuasaan monopolistic ada pada masyarakat yang dominan punya wewenang tradisional. Maka akan memunculkan struktur feodalis, yang selalu pemikiran kita akan diberikan pada kerajaan zaman dahulu namun artinya adalah adanya sebagian kecil komunitas yang menguasai tiga hajat hidup orang banyak, yakni aspek ekonomi, polotik dan budaya. Ex: MNC milik bambang tri atmojo yang secara budaya ia miliki. Ia memiliki tiga tv. Suksesinya dengan kelahiran/
2.  Kekuasaan oligopolistic. Kekuasaan ini hampir mirip dengan monopolistic tetapi masih member peluang kepada siapa pun untuk bias memiliki power tersebut meskipun peluangnya sangat kecil. Kalau disandingkan dengan konsep max webber maka aka nada pada masyarakat yang dominan memiliki wewenang kharismatik.
3.   Kekuasaan demokratis. Kekuasaan ini jika disandingakan dengan teori max webber, maka aka nada pada komunitas yang dominan eksis wewenang yang rasionan.
Konsep ini bisa disandingkan dengan konsep max webber.
Kekuasaan itu terdiri dari beberapa kategori menurut emitai etzioni, yakni:
1. Kekuasaan balas jasa (reward power). Jenis ini muncul dari para bawahan karena mereka mendapatkan jasa dari atasannya yang memang selayaknya sudah harus dibalasnya. Reward power yang paling primitive adalah pemberian uang/pemenuhan kebutuhan-kebutuhan yang paling mendasar/pisiologis.
2.    Kekuasaan paksaan (coercive power) adalah jenis kekuasaan yang mengasumsikan bahwa para bawahan akan menyadari apabila ia melakukan kesalahan akan diberi sangsi oleh pimpinan. Dalam aplikasinya akan mengakibatkan karyawan bekerja dengan rasa takut dan cemas.
3.  Kekuasaan yang sah (legitimate power) adalah jenis kekuasaan yang berdasarkan nilai-nilai organisasi yang saling memahami bahwa ada pihak-pihak tertentu yang sudah selayaknya mendapatkan kekuasaan tersebut. Kekuasaan ini ada pada masyakarat yang memiliki wewenang tradisional.
4.  Kekuasaan mengontrol informasi (Control off information power). Jenis ini atas kepemilikan info yang sangan vital bagi suatu organisasi.
5.  Kekuasaan panutan (referent power). Ini jenis kekuasaan yang mirip wewenang kharismatik, kekuasaaan yang didasarkan atas identifikasi bawahan atas charisma pimpinannya.
6.    Kekuasaan keahlian ( expert power), berdasarkan keahlian yang dimilik orang tersebut.
Menurut etzioni ada kekuasaan posisional yakni,
1.      Kekuasaan balas jasa (reward power).
2.      Kekuasaan paksaan (coercive power)
3.      Kekuasaan yang sah (legitimate power)
4.      Kekuasaan mengontrol informasi (Control off information power).
Kekuasaan personal/individual, yakni
1.      Kekuasaan panutan (referent power).
2.      Kekuasaan keahlian ( expert power),
Motivasi
Sebab-sebab munculnya motivasi
1.    Motivasi adalah kebutuhan (adanya need) pada setiap anggota organisasi. Ada yang enak dilingkungan kerja dari pada di rumah.
2.    Adanya desakan (urge)
3.    Adanya keinginan (wish)
4.    Adanya dorongan (drive)
Dalam perusahaan manajer harus bias memberikan motivasi kepada karyawannya. Ada tiga paradigm kaitannya dengan teori motivasi, yakni:
1.    Teori petunjuk/prescriptive teori
Inti dari deori ini adalah bagaimana cara memotivasi karyawan. Mekanismenya adalah “trial dan error”. Biasanya teori  ini tidak banyak ditemukan nama-nama teorinya karena berlangsung secara alamiah dan setiap manajer memiliki seni-seni tersendiri dalam memotivasi karyawannya.
2.    Teori-teori isi (content teori)/paradigma kebutuhan (need teori)
Inti dari teori ini adalah berupa pertanyaan “apa penyebab-penyebab” perilaku karyawan ? secara rinci teori-teori ini terdiri dari/yang mempunya paradigma teori isi , yakni :
1)   Abraham Maslow (Teori hirarki kebutuhan )
2)   Frederick Herzberg (teori hygienic factor)
3)   David mc. Clelland (teori need of achievement)
3.    Teori-teori proses (peocess teori )
Inti dari teori ini berkaitan dengan “bagaimana” perilaku karyawan dimulai dan dilaksanakan. Teori-teori ini terdiri dari:
1)   BF. Skinner (teori operant conditioning) bagaimana kondisi disekitar karyawan bias memotivasi karyawan.
2)   Victor Vromm (teori pengharapan/expectancy teori) ex: setelah bekerja langsung dibayar.
3)   Parter-lawyer (teorinya hampir sama dengan teori victor vromm tetapi lebih diorientasikan untuk masa mendatang). Ex: tidak apa-apa dibayar sebulan sekali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUNGA BANK DALAM PANDANGAN ISLAM

FITUR EKONOMI ISLAM